Posts

Showing posts with the label CERBUNG

Honesty is an expensive gift, don't hope it from cheap people

Bagian 3 Sore telah beranjak malam saat aku sampai di gubug kecil tempat ibu, aku dan Ratna, adikku tinggal. Ratna sedang melipat pakaian dan Ibu tengah menjahit baju seragam batikku yang robek sakunya.  “Assalammualaikum.” “Wa’alaikumsalaam…Alhamdulillah kau sudah pulang le. Ratna sudah menunggumu dari tadi.” Ibu dan Ratna tersenyum lega. “Wah, kayaknya Ratna mau kasih coklat lagi nih sama kakak,” meski aku tahu Ratna menungguku untuk membantu mengerjakan PR nya, meledeknya benar-benar menyenangkan. Tapi anehnya Ratna benar-benar punya coklat, padahal uang sakunya seminggu pun tidak akan cukup untuk beli coklat sebesar itu. “Iya kak, ntar kalau PR nya dah kelar Ratna kasih coklat deh.” Ibu dan aku berpandangan, ternyata kami sama-sama terkejut. Ehm, pas tanggal 14 Februari kemarin Ratna dikasih coklat sama Agus, Ulin, Satrio, mas Dani dan mas Akmal. Aku dan ibu semakin terbeliak. “Busyeeet!! Siapa mereka? Pacarmu?” tanpa sadar aku sudah memberondongnya dengan pertany...

Honesty is an expensive give, don’t hope it from cheap people

Bagian 2 “Today is the ‘show your skill day’…..please prepare to present your Haiku! I’ll give an extra point for anyone of you who present it the first time.” Tak seperti biasanya, pelajaran bahasa Inggris kali ini membuat nyaliku ciut. Sungguh aku kaget dan ketakutan mendengar kata-kata Mrs. Enje. Sekilas aku melihat Arif, melirikku dan tersenyum puas. Segera aku bangkit dan maju kedepan mendekati Mrs. Enje yang tengah mengeluarkan daftar nilai. Senyum ramahnya menyejukkan hatiku tapi tak mampu mengusir gugup dan gundah yang kurasakan. “What’s the matter, Alief?” “Emm, I am so sorry Mom. May I talk to you?” Mrs Enje tersenyum geli, “We’re talking now, aren’t we?” “Hehe…Iya bu.” Hatiku mulai tenang mendengar candaan bu Enje. “Mom, I apologize….saya belum mengerjakan tugas Mrs. Enje. Saya salah bu, karena saya tidak masuk minggu lalu dan saya juga lupa bertanya pada teman-teman tentang pelajaran minggu lalu.” “Well, you know that you are wrong. So, what will you do?” ...

Honesty is an expensive give, don’t hope it from cheap people

Bagian 1 “Saya nggak mau satu kelompok dengan Alief bu, saya ikut kelompok Eko saja.” Arif melirikku sinis. “Waduh, enggak bisa Rif, masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 siswa. Kelompok Eko sudah pas 6 orang.” Bu enje tersenyum lalu menambahkan, “ Alief kan jago Bahassa Inggris, kamu malah beruntung Rif!” “Hah, beruntung? Buntung ya iya….orang egois gitu kok. Udah pelit, sombong pula.  Gak asyik deh!!”  Arif menggerutu dan tak mau beranjak dari bangkunya. Aku pura-pura tidak mendengar dan bersiap pindah ke bangkunya Arif. Lebih baik mengalah saja lah, dari pada pelajaran terganggu. Ternyata usahaku sia-sia. Saat pantatku baru saja menyentuh bangku di sebelahnya, Arif langsung berdiri. Bu Enje, saya masuk kelompok Eko saja bu. Miss Enje nampak menghela napas, berpikir langkah apa yang akan diambil untuk mengatasi Arif yang memang keras kepala. “Biar saya yang masuk kelompok Alief bu,” Hendri mengemasi peralatan sekolahnya dan berdiri.  Dalam hati aku bersyuku...